Tampilkan postingan dengan label Abstrak Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abstrak Skripsi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2009

Upaya Guru Meningkatkan Peran Aktif Siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Estri Wahyu Widayati, 2008. Upaya Guru Meningkatkan Peran Aktif Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Skripsi Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya-upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan peran aktif siswa SMP dalam pembelajaran matematika dengan topik unsur-unsur lingkaran dan besaran-besaran yang terkait dalam unsur-unsur lingkaran dengan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha mengungkapkan fenomena yang ada dalam keadaan yang sebenarnya. Data yang dikumpulkan berupa kegiatan yang terjadi selama pembelajaran matematika dengan topik lingkaran di SMP Pangudi Luhur Gantiwarno pada kelas VIIIA. Subyek penelitian adalah guru matematika kelas VIII di SMP tersebut. Pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 16 April sampai dengan tanggal 19 April 2007 pada kelas VIIIA di SMP Pangudi Luhur Gantiwarno. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung ketika proses pembelajaran berlangsung, perekaman video dengan handycam dan perekaman suara dengan mengunakan tape recorder. Data analisis dengan langkah-langkah yaitu: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data.
Hasil penelitian berupa upaya-upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran matematika dengan topik unsur-unsur lingkaran dan besaran-besaran yang terkait dalam unsur-unsur lingkaran dengan model kooperaif tipe STAD. Upaya guru meningkatkan peran aktif siswa pada pembelajaran kooperatif tipe STAD terbagi menjadi 4 tahap yaitu guru mempresentasikan materi dengan melibatkan siswa, kerja kelompok, presentasi kelompok dan kuis individu. Upaya guru meningkatkan peran aktif siswa pada tahap presentasi guru yang melibatkan siswa yaitu: guru menjelaskan tujuan dari pembelajaran, guru bertanya pada semua siswa, guru membahas jawaban yang diberikan oleh siswa, dan memberikan perhatian pada siswa, memberikan nasehat pada semua siswa. Pada tahap kerja kelompok, upaya guru meningkatkan peran aktif siswa pada tahap kerja kelompok yaitu: membimbing kelompok dalam mengerjakan soal diskusi, guru memberikan perhatian pada semua siswa, guru mengulang jawaban siswa. Tahap presentasi kelompok, upaya guru meningkatkan peran aktif siswa yaitu: guru memberikan kesempatan pada kelompok, guru menanggapi hasil diskusi dan guru perhatian siswa. Pada tahap kuis, upaya guru meningkatkan peran aktif siswa yaitu guru menjelaskan peraturan kuis, memberikan perhatian pada siswa, memberi kesempatan pada semua siswa, membimbing siswa.

Kegiatan Guru Memfasilitasi Proses Belajar Siswa Kelas I SD dengan Metode Montessori

V. Wahyu Dwi Setyowati. Universitas Sanata Dharma, 2008. Skripsi: Kegiatan Guru Memfasilitasi Proses Belajar Siswa Kelas I Sekolah Dasar Dengan Metode Montessori Pada Pokok Bahasan Membaca dan Menulis Lambang Bilangan Dengan Bantuan Papan Seguin.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengungkapkan kegiatan guru dalam memfasilitasi proses belajar siswa kelas I SD dengan metode Montessori dan bantuan papan Seguin.
Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif deskriptif, yang berusaha mengungkapkan fenomena yang ada dalam keadaan yang sebenarnya. Fenomena yang dimaksud adalah kegiatan guru memfasilitasi proses belajar siswa kelas I Sekolah Dasar dengan metode Montessori pada pokok bahasan membaca dan menulis lambang bilangan dengan bantuan papan seguin. Data yang dikumpulkan berupa kegiatan guru yang terjadi selama pembelajaran matematika dengan pokok bahasan membaca dan menulis lambang bilangan di SD Negeri Plawikan Klaten kelas I. Subjek penelitian adalah seorang guru matematika di kelas I Sekolah Dasar, dalam hal ini yang menjadi guru adalah saudara Esthi Wulandari yang juga merupakan mahasiswa pendidikan matematika. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung ketika proses pembelajaran berlangsung dan perekaman video dengan handycam. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah yaitu: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data.
Hasil penelitian berupa deskripsi tentang kegiatan guru memfasilitasi proses belajar siswa dengan metode Montessori pada pokok bahasan membaca dan menulis lambang bilangan. Kegiatan guru dalam memfasilitasi proses belajar siswa adalah sebagai berikut : (i) memusatkan perhatian siswa, (ii) memberi
pengasuhan, (iii) memperlihatkan cara penggunaan alat, dan (iv) mengoreksi hasil belajar siswa.

Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidi Penyelesaian SPDLV dengan Metode Substitusi

Yunita Setyaningrum. 2008. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidi Dikalangan Siswa Kelas VIII dalam Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Metode Substitusi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (a) kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas VIII dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan metode substitusi dan (b) cara guru menyajikan pengajaran remidi untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian adalah empat siswa kelas VIII SLTP N 2 Srandakan Bantul yang sedang mengikuti pembelajaran matematika tentang SPLDV. Pengumpulan data berlangsung selama bulan November 2007 di SLTP N 2 Srandakan Bantul. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara tes diagnostik dan wawancara dengan siswa. Proses wawancara antara peneliti dengan subjek ini direkam dengan menggunakan alat bantu berupa handycam, agar data yang diperoleh lebih lengkap. Analisa data dilakukan dengan prosedur: (1) transkripsi data yang diambil dari rekaman wawancara dengan subjek, (2) penentuan topik-topik data dengan cara membandingkan dan mengkontraskan bagian-bagian data dalam transkripsi, (3) penentuan kategori-kategori data dengan cara membandingkan dan mengkontraskan topik-topik data, dan (4) penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian berupa deskripsi mengenai kesulitan siswa dalam penyelesaikan SPLDV dengan metode substitusi dan pengajaran remidi bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. . Kesulitan siswa dalam penelitian ini terdiri dari : 1). Kesulitan memahami SPLDV, yang meliputi kesulitan dalam menyebutkan / memberikan contoh-contoh persamaan linear, kesulitan dalam memahami suku-suku yang sejenis dan bukan sejenis, kesulitan dalam memahami perbedaan persamaan dengan sistem persamaan, kesulitan menyebutkan ada berapa cara yang digunakan dalam penyelesaian SPLDV; 2). Kesulitan dalam menentukan cara yang digunakan dalam menyelesaikan SPLDV, yang meliputi kesulitan dalam melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan rasional, melakukan operasi hitung penjumlahan suku-suku yang memuat variabel, kesulitan dalam melakukan operasi hitung pengurangan bilangan rasional,
melakukan operasi hitung pengurangan suku-suku yang memuat variabel, melakukan operasi hitung perkalian bilangan rasional, melakukan operasi hitung perkalian suku-suku yang memuat variabel, melakukan operasi hitung pembagian bilangan rasional, menyederhanakan bentuk persamaan, mensubstitusikan persamaan yang satu ke persamaan lainnya, menuliskan penyelesaian SPLDV, mengubah bentuk persamaan. Cara guru melakukan pembelajaran remidi tentang kesulitan siswa dalam penelitian ini dilakukan dengan dengan cara : 1). Memberikan cara membedakan antara bilangan positip dengan bilangan negatip. viiJika bilangan negatip maka siswa mempunyai hutang, tetapi jika bilangan positip maka siswa mempunyai kekayaan yang dapat digunakan untuk membayar hutang tersebut. 2). Memberikan contoh soal misalnya penjumlahan bilangan positip dengan bilangan negatip kemudian memberikan cara yang mudah diterima oleh siswa yaitu dengan menjumlahkan hutang dengan kekayaan. 3). Menjelaskan kembali pengertian persamaan dan pengertian sistem persamaan, memberikan contoh-contoh dan sistem persamaan. 4). Menjelaskan bahwa nilai x atau y pada persamaan pertama bernilai sama dengan nilai x atau y pada persamaan kedua jika kedua persamaan tersebut merupakan suatu sistem persamaan kemudian guru memjelaskan cara mensubstitusikan nilai x atau y ke dalam persamaan. 5). Menjelaskan tentang makna substitusi, menjelaskan cara menyelesaikan soal sistem persamaan linear dengan metode substitusi dan memberikan soal-soal latihan. 6). Memberikan soal-soal latihan kemudian membahas soal-soal latihan tersebut.

Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidi dalam Penyelesaian SPLDV dengan Metode Eliminasi

Natalia Rianingsih. 2008. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remidi bagi Siswa Kelas VIII dalam Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Menggunakan Metode Eliminasi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa kelas VIII SLTP dalam penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi dan cara guru melaksanakan pengajaran remidi bagi siswa yang mengalami kesulitan Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif.
Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa putra dan 2 orang siswa putri kelas VIII SLTP N 2 Srandakan Bantul. Pengumpulan data berlangsung selama bulan November 2007 di SLTP N 2 Srandakan Bantul, dilaksanakan 3 kali. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara tes diagnostik, wawancara dengan siswa dan pengajaran remidi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terhadap pembelajaran di kelas sebanyak 1 kali, pengajaran remidi sebanyak 1 kali. Selain itu ada tes diagnostik sebanyak 1 kali dan wawancara sebanyak 1 kali. Pengambilan data dengan menggunakan handycam agar data yang diperoleh lebih lengkap. Analisis data dilakukan dengan prosedur: (1) transkripsi data, (2) penentuan topik-topik data, (3) penentuan kategori-kategori data, (4) penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian berupa deskripsi mengenai kesulitan siswa dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi dan cara guru melakukan pengajaran remidi bagi siswa yang mengalami kesulitan. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa adalah: (1) kesulitan dalam memahami sistem persamaan linear dua variabel, yang meliputi (a) kesulitan dalam memahami cara penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi, (b) membedakan suku yang sama dan berlawanan. (2) kesulitan dalam menentukan cara yang digunakan, yang meliputi (a) kesulitan melakukan operasi hitung perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, (b) kesulitan dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan suku yang memuat variabel, (c) kesulitan mengubah bentuk persamaan, (d) menentukan tanda operasi pengurangan atau penjumlahan untuk mengeliminir salah satu variabel, (e) melakukan operasi perkalian untuk mengeliminir salah satu variabel, (f) menyederhanakan bentuk persamaan. Sedangkan pengajaran remidi yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan adalah: (1) kesulitan pertama dengan cara: (a) mengulang kembali materi pelajaran, (b) memberikan latihan soal, (c) pemberian tugas, (d) tanya jawab, (e) bimbingan individual. (2) kesulitan kedua dengan cara: (a) mengulang kembali materi pelajaran, (b) tanya jawab, (c) bimbingan individual.

Kamis, 07 Mei 2009

Kegiatan Metakognitif Murid Kelas VI SD dalam Menyelesaikan Soal-Soal Luas Bangun Datar Gabungan

Bambang Priono. 2008. Kegiatan Metakognitif yang Dilakukan oleh Murid Kelas VI Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal-Soal Matematika pada Materi Luas Bangun Datar Gabungan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan metakognitif yang dilakukan oleh murid kelas VI Sekolah Dasar (SD) dalam memecahkan soal-soal matematika pada materi luas bangun datar gabungan.
Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian adalah dua orang murid perempuan kelas VI SD Timbul Rejo. Data dikumpulkan melalui wawancara berdasarkan tugas selama enam kali pertemuan dimana masing-masing subjek mengikuti tiga pertemuan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana kegiatan metakognitif yang dilakukan oleh subjek. Kegiatan metakognitif tersebut ditunjukkan oleh subjek dengan cara: (i) Memeriksa kembali langkah-langkah penyelesaian soal, (ii) Kembali memperhatikan gambar bangun datar gabungan, (iii) Mengungkapkan beberapa kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya, dan (iv) Mengungkapkan batas kemampuan yang dimiliki.
Kata-kata kunci: Kegiatan metakognitif, luas bangun datar gabungan, SD

Senin, 27 April 2009

Cara Pemecahan Masalah Soal Cerita Perbandingan Matematika secara Aljabar oleh Siswa Kelas VIII SMP

Galih P. Noviartanto. 2008. Cara Pemecahan Masalah Soal Cerita Perbandingan Matematika secara Aljabar oleh Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Tujuan skripsi adalah untuk mendeskripsikan cara pemecahan masalah soal cerita perbandingan matematika secara aljabar oleh siswa kelas VIII SMP.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ada 4 subjek, terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswi perempuan yang dipilih dari hasil observasi kelas. Data yang diperoleh berupa cara pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tugas kepada subjek yang dikerjakan secara individu oleh masing-masing subjek, pengamatan secara langsung ketika proses pengerjaan soal, perekaman video, pengumpulan dokumen lembar kerja subjek, dan wawancara dengan subjek secara individual. Soal yang diberikan terdiri atas 4 masalah yang harus dikerjakan oleh masing-masing subjek, tiap masalah berkaitan dengan materi perbandingan untuk siswa SD kelas VI semester 2. Data dianalisis dengan langkah-langkah: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (i) cara pemecahan masalah soal cerita perbandingan matematika secara aljabar oleh subjek S1 adalah dengan mengidentifikasi masalah yang disajikan, mendefinisikan ide pokok yang ada dalam masalah sesuai pemahaman subjek, membentuk model matematika, menyelesaikan model matematika, menguji kebenaran dari hasil penyelesaian, serta mengambil kesimpulan dari jawaban pertanyaan; (ii) cara pemecahan masalah perbandingan matematika secara aljabar oleh subjek S2 dan S4 dengan mengidentifikasi masalah yang disajikan, mendefinisikan ide pokok yang ada dalam masalah, berpikir dalam hati mengubah pernyataan perbandingan dari lebih sedikit menjadi lebih banyak dan mencari kuantitas yang terkecil, membentuk
model matematika, menyelesaikan model matematika, mengambil kesimpulan dari penyelesaian, serta melakukan evaluasi keseluruhan pekerjaan; (iii) cara pemecahan masalah soal cerita perbandingan matematika secara aljabar oleh subjek S3 dengan mengidentifikasi masalah, menentukan variabel bagi kuantitas-kuantitas yang terlibat, mencorat-coret untuk mencari pemecahan masalah sampai menemukan pemecahan masalah, mendefinisikan ide pokok dalam bentuk model matematika, mencari nilai variabel-variabel dengan metode perhitungan jumlah perbandingan, melakukan pengujian kebenaran dari hasil jawaban pertanyaan, mengambil kesimpulan dari jawaban pertanyaan, serta melakukan evaluasi keseluruhan pekerjaan; (iv) terdapat kesamaan dan perbedaan cara pemecahan Masalah; (v) terdapat pola pemecahan masalah dalam diri tiap-tiap subjek; (vi) cara pemecahan masalah yang dilakukan oleh keempat subjek sesuai dengan model yang disarankan oleh George Polya; serta (vii) terdapat kelemahan subjek yaitu: ketidakkonsistensian beberapa subjek dalam pemisalan variabel dimana satu variabel digunakan untuk memisalkan dua hal yang berbeda (bagi nama seseorang dan bagi kuantitas tertentu), dan dalam penulisan penarikan kesimpulan masih menggunakan simbol matematika “=”.

Cara Pemecahan Masalah Matematika oleh Siswa SMA Kelas XI dengan Gaya Belajar Auditorial, Visual, dan Kinestetik

Rahmita Ika Sari, 2009. Cara Pemecahan Masalah Matematika oleh Siswa SMA Kelas XI dengan Gaya Belajar Auditorial, Visual, dan Kinestetik. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik memecahkan masalah matematika. Subjek penelitian ada 3 orang siswi SMA kelas XI IPS.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode ini bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dalam keadaan yang seadanya. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, yang berkaitan dengan cara pemecahan masalah oleh subjek visual, auditorial dan kinestetik. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner gaya belajar, observasi ketika proses pembelajaran matematika berlangsung melalui rekaman video, pengumpulan dokumen lembar kerja masing-masing dan perekaman video pada wawancara berdasarkan tugas. Soal yang diberikan terdiri dari 2 masalah yang harus dikerjakan oleh masing-masing subjek, tiap masalah berkaitan dengan kaidah pencacahan untuk siswa SMA kelas XI IPS semester 1 yang disajikan dalam bentuk yang sama. Pengumpulan data berlangsung dalam waktu yang berbeda-beda. Pada tanggal 15, 17 dan 22 September 2008, peneliti mengambil data saat kegiatan pembelajaran matematika dengan rekaman video sebagai data pengamatan tidak langsung. Sedangkan pengumpulan data dengan cara pengisian kuisioner dilakukan pada tanggal 17 September 2008. Selain itu, pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2008 peneliti melakukan wawancara berdasarkan tugas melalui pengamatan langsung dengan rekaman video. Analisis data dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa cara-cara pemecahan masalah oleh masing-masing subjek pada tiap-tiap masalah. Selain itu, hasil penelitian ini juga berupa kesamaan dan perbedaan cara pemecahan masalah oleh ketiga subjek pada masalah yang sama. Cara-cara pemecahan masalah ditunjukkan oleh masing-masing subjek sebagai berikut: (i) subjek auditorial memecahkan masalah dengan cara memahami maksud soal. Hal itu dilakukan subjek dengan membaca soal dengan suara perlahan. Kemudian, menyelesaikan masalah soal dan memeriksa pekerjaannya sambil melengkapi jawabannya. (ii) subjek visual memecahkan masalah dengan memahami maksud soal dengan cara membaca dalam hati dan menyajikan secara skema verbal apa yang diketahui dalam soal. Setelah itu, subjek mengeksplorasi berbagai alternatif penyelesaian soal, memeriksa skema yang telah subjek sajikan dan memutuskan untuk menghentikan proses penyelesaian soal, (iii) subjek kinestetik memecahkan masalah dengan cara memahami maksud soal. Pemahaman soal dilakukan dengan cara membaca dalam hati sambil memegang pena untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya. Selain itu, subjek juga mencoba untuk menyederhanakan soal menjadi bentuk skema gambar anak panah agar mudah dipahami. Setelah subjek dapat memahami maksud soal, kemudian subjek menyelesaikan masalah soal dengan melakukan operasi perkalian dan penjumlahan, mencari-cari gagasan baru untuk melanjutkan penyelesaiannya, melengkapi penyelesaian soal dan memeriksa kembali penyelesaiannya.

Rangkaian Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Penumbuhan Kecakapan Vokasional Siswa SMP

Maria Magdalena Yunika Nugraheni, 2009. Rangkaian Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Penumbuhan Kecakapan Vokasional Siswa SMP. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rangkaian kegiatan guru dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan penumbuhan kecakapan vokasional pada siswa SMP.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkap fenomena dalam keadaan yang seadanya. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, yang berkaitan dengan pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran di kelas dilaksanakan 2 kali. Berdasarkan data tersebut diungkap rangkaian kegiatan guru dalam memfasilitasi pembelajaran yang mengembangkan kecakapan vokasional. Subyek penelitian adalah guru bidang studi matematika kelas VII SMP Pangudi Luhur Giriwoyo pada saat melakukan kegiatan belajar-mengajar pada topik garis dan sudut. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VII selama lima kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2008 sampai dengan 21 Agustus 2008, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran atau 90 menit. Pengumpulan data diperoleh dengan cara merekam kegiatan pembelajaran menggunakan handy-cam. Data-data yang dihasilkan dianalisis melalui proses analisis data yaitu (1) transkripsi, (2) penentuan topik-topik data, (3) penentuan kategori data, dan (4) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa deskripsi rangkaian kegiatan guru dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan penumbuhan kecakapan vokasional pada siswa SMP pada topik garis dan sudut tersebut meliputi : (1) Rangkaian kegiatan guru pada pertemuan III dan (2) Rangkaian kegiatan guru pada pertemuan IV. Rangkaian kegiatan guru pada pertemuan III meliputi: (1) Menggali pengalaman siswa berdasarkan LKS 1 dan 2 yang sudah dikerjakan oleh siswa sesuai kegiatan membuat produk kerajinan di sentra produksi, (2) Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, (3) Membimbing siswa dalam mengerjakan LKS. Sedangkan rangkaian kegiatan guru pada pertemuan IV meliputi: (1) Rangkaian kegiatan mengingatkan siswa tentang pembelajaran pada pertemuan III, (2) Rangkaian kegiatan memfasilitasi siswa memahami materi garis dan sudut, (3) Rangkaian kegiatan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, (4) Rangkaian kegiatan membimbing siswa dalam mengerjakan LKS 3 dan Latihan pada buku paket.

Senin, 20 April 2009

Kegiatan dan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD dengan Metode Montessori pada Pokok Bahasan Membaca dan Menulis Lambang Bilangan dengan Bantuan Papan Segu

Esthi Wulandari. 2007. Kegiatan dan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD dengan Metode Montessori pada Pokok Bahasan Membaca dan Menulis Lambang Bilangan dengan Bantuan Papan Seguin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengungkapkan kegiatan dan hasil belajar siswa kelas satu sekolah dasar dengan metode Montessori dan bantuan papan Seguin.

Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah empat orang siswa kelas satu SDN Plawikan Klaten. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan pembelajaran selama tiga pertemuan untuk setiap subjek. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung melalui pengamatan oleh seorang observer dari mahasiswa pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma dan pengamatan tak langsung menggunakan alat perekam video handycam dengan menggunakan dua handycam. Data yang diperoleh berupa rekaman video berisi tentang kegiatan pembelajaran yang meliputi tiga pertemuan untuk tiap subjek. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa deskripsi tentang kegiatan dan hasil belajar siswa yang terjadi selama pembelajaran pada semua tahap pembelajaran yang dimulai dari pengenalan identitas, pengenalan sesuatu yang berbeda-beda, dan membedakan benda-benda yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar yang berlangsung menunjukkan adanya interaksi antara pemimpin dan siswa, siswa dan pemimpin, serta siswa dan alat. Pada hasil belajar siswa menunjukkan bahwa siswa telah merasakan kenyamanan belajar sebagai tujuan dari metode Montessori, siswa juga menunjukkan belajar tanpa paksaan dan rasa takut dengan aktif dalam pembelajaran, serta siswa telah melaksanakan latihan fungsi motoris sesuai metode Montessori.

Cara Siswa Berargumentasi dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Dalil Pythagoras Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Mungkid Magelang

Yosephine Bono. 2008. Cara Siswa Berargumentasi dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Dalil Pythagoras Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Mungkid Magelang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara siswa Sekolah Menengah Pertama kelas VIII berargumentasi dalam pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan dalil Pythagoras.

Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua orang siswa kelas VIII SMP. N. 1 Kota Mungkid Magelang yang terdiri dari seorang siswa laki-laki dan seorang siswa perempuan yaitu Ana dan Iful yang dipilih berdasarkan observasi di kelas. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan pembelajaran selama empat pertemuan dimana masing-masing subjek mengikuti dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung oleh seorang mahasiswa dari program studi pendidikan matematika Universitas Sanata Dharma dan pengamatan tak langsung menggunakan alat perekam video “handycam” oleh seorang mahasiswa dari teknik mesin Universitas Sanata Dharma. Data yang diperoleh berupa rekaman video berisi tentang kegiatan pembelajaran yang meliputi dua pertemuan untuk tiap subjek. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan cara siswa berargumentasi dalam pembelajaran matematika, khususnya pada pokok bahasan dalil Pythagoras yaitu pertama-tama siswa menerima masalah dari guru, kemudian siswa memahami masalah yang diberikan oleh guru. Siswa berpikir apakah masalah yang diberikan oleh guru sesuai dengan teori dalil Pythagoras yang telah diajarkan atau tidak, kemudian siswa menyelesaikannya. Setelah siswa menyelesaikan masalah yang diberikan, siswa memberikan jawaban atas masalah tersebut disertai dengan argumentasinya berdasarkan teori dalil Pythagoras. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya argumentasi yang dipaparkan oleh siswa yaitu (i) argumentasi untuk memperkuat jawabannya, (ii) argumentasi untuk meyakinkan kembali jawabannya, (iii) argumentasi untuk menjelaskan jawabannya, dan (iv) argumentasi atas ide yang diperolehnya.

Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan.

Emelia Yose Purwaningsih. 2007. Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.


ABSTRAK

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan (PAPP) pada materi pengukuran berat.

Subjek penelitian adalah empat siswa kelas IV SD Negeri Nglaren, Banguntapan, Bantul yang mengikuti pembelajaran Matematika menggunakan PAPP pada materi pengukuran berat. Data berupa rangkaian kegiatan belajar siswa dan hasil belajar siswa yang diperoleh dalam empat pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan tidak langsung oleh peneliti dengan menggunakan handy-cam dan tape-recorder, serta dilakukan pengumpulan hasil pekerjaan Lembar Kerja Siswa (LKS). Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: (i) transkripsi data, (ii) topik-topik data, (iii) kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa deskripsi proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan. Proses belajar siswa meliputi (i) proses siswa mempersiapkan proses belajar matematika, (ii) proses siswa memahami materi pelajaran, (iii) proses siswa memecahkan masalah atau latihan soal, (iv) kerjasama yang dilakukan siswa selama proses belajar, (v) proses siswa mengerjakan LKS, dan (vi) kegiatan siswa mengoreksi LKS. Hasil belajar siswa meliputi (i) hasil belajar dari proses siswa mempersiapkan proses belajar matematika, (ii) hasil belajar dari proses siswa memahami materi pelajaran, (iii) hasil belajar dari proses siswa memecahkan masalah atau latihan soal, (iv) hasil belajar dari kerjasama yang dilakukan siswa selama proses belajar, (v) hasil belajar dari proses siswa mengerjakan LKS, dan (vi) hasil belajar dari kegiatan siswa mengoreksi LKS. Dari hasil penelitian dapat dilihat kesalahan siswa dalam mengerjakan soal ketika mendengarkan PAPP atau soal yang dibuat oleh guru. Kesalahan tersebut karena siswa belum memahami konsep, salah menulis soal, atau siswa salah melakukan perhitungan.

Cara Pemecahan Masalah Penjumlahan Bilangan Bulat dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Kumon

Rosalia Dwi Hastuti, 2007. Cara Pemecahan Masalah Penjumlahan Bilangan Bulat dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Kumon. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.


ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan: (a) cara-cara pemecahan masalah subjek dalam mempelajari topik penjumlahan bilangan bulat dengan metode Kumon, (b) respon subjek ketika memecahkan masalah penjumlahan bilangan bulat dalam pembelajaran matematika dengan metode Kumon.

Subjek penelitian ada 2 orang siswa kelas VII SMP, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dipilih secara sengaja. Data berupa cara pemecahan masalah dan respon afektif selama proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung ketika proses pembelajaran berlangsung, perekaman video yang dilakukan oleh satu teman peneliti, dan hasil pekerjaan lembar kerja siswa, serta dengan diskusi dan wawancara antara peneliti dan subjek secara individual. Tugas ada 8 lembar kerja yang harus dikerjakan oleh masing-masing subjek, tiap lembar kerja berkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat untuk siswa kelas VII SMP semester 1. Data dianalisis dengan langkah-langkah yaitu: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa cara-cara pemecahan masalah penjumlahan bilangan bulat dalam pembelajaran matematika dengan metode Kumon, yaitu dengan: a) garis bilangan, b) mengisikan pada sel tabel penjumlahan, c) dipikir dalam hati (menjumlahkan di dalam pikiran), (d) penjumlahan bersusun, (e) vi pengurangan bersusun, (f) pengurangan bersusun, nilai angka yang lebih besar dikurangi nilai angka yang lebih kecil tanpa memandang dahulu tanda di depan angka yang dikurangi ataupun angka pengurangnya (negatif atau positif), tanda digunakan kembali pada angka hasil pengurangan sesuai dengan tanda di depan angka yang dikurangi. Subjek mulai menunjukkan respon afektifnya dalam perilaku yang mereka lakukan yang menunjukkan perasaan cukup senang, walaupun belum terlihat secara jelas.

Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran Konsep Bilangan π Menggunakan Metode Team Accelerated Investigation

Atik Maharani (031414040). 2008. Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran Konsep Bilangan π Menggunakan Metode Team Accelerated Investigation. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan siswa dalam pembelajaran konsep bilangan π yang dialami siswa kelas VIII semester 2.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif, di mana data dikumpulkan bersifat kualitatif tentang kegiatan siswa dalam pembelajaran konsep bilangan π. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang siswa kelas VIII semester 2, yang terdiri dari 2 orang siswa putra dan 2 orang siswa putri yang dipilih berdasarkan hasil Pengamatan dalam kegiatan pembelajaran di kelas sebelum penelitian dilaksanakan. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2007 pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Yogyakarta. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dengan cara merekam kegiatan siswa ketika pembelajaran Matematika berlangsung dengan metode Team Accelerated Investigation menggunakan handycam, tape recorder, dan penulis menjadi observer ketika penelitian berlangsung agar data yang terkumpul menjadi lengkap. Analisis data dilakukan dengan melakukan prosedur: (1) transkripsi data rekaman video dan taperecoder, (2) menentukan topik-topik data, dan (3) menentukan kategori-kategori data.

Hasil penelitian berupa deskripsi mengenai kegiatan siswa dalam pembelajaran konsep bilangan π menggunakan metode Team Accelerated Investigation. Metode Team Accelerated Investigation dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu (1) pembentukan kelompok, (2) kerja kelompok, (3) presentasi kelompok, dan (4) penarikan kesimpulan. Dalam pembentukan kelompok, siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompoknya. Ketika kerja kelompok yang dilakukan siswa, yaitu mengukur keliling dan diameter benda yang berbentuk lingkaran, menghitung perbandingan antara keliling dan diameternya, dan membuat kesimpulan. Ketika membuat Kesimpulan, siswa berdiskusi dengan anggota lain dalam kelompoknya. Kesimpulannya adalah (i) setiap benda yang berbentuk lingkaran jika keliling dibagi diameter akan menghasilkan pendekatan dari nilai π dan (ii) π bukan merupakan nilai mutlak, π hanyalah pendekatan untuk memudahkan dalam menghitung luas dan keliling lingkaran. Dalam presentasi kelompok, kelompok mempresentasikan hasil yang telah diperoleh. Dalam penarikan kesimpulan, guru menarik kesimpulan tentang bilangan π.

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe ‘Think-Pair-Square’ di SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan Topik Ba

Veronica Linda Sulistyawati, 041414044. 2008. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe ‘Think-Pair-Square’ di SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan Topik Bangun Limas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan komunikasi matematik siswa melalui pendekatan pembelajaran kooperatif tipe ‘Think-Pair-Square’ pada aspek kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan, kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika, dan kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika ke dalam bentuk uraian yang relevan.

Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII A SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan materi geometri bangun limas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua bagian proses pembelajaran. Proses pembelajaran I terdiri dari 4 pertemuan dan proses pembelajaran II terdiri dari 2 pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari: 1) tes bentuk uraian, 2) lembar observasi aktivitas siswa, 3) angket respon siswa, 4) pedoman wawancara, 5) catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22 siswa atau 62.86% mengalami peningkatan kemampuan komunikasi matematik. Sebanyak 19 siswa atau 54.29 % dari jumlah siswa, mengalami peningkatan pada aspek kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan. Sebanyak 28 siswa atau 80 % dari jumlah siswa, mengalami peningkatan pada aspek kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika. Sebanyak 30 siswa atau 85.71% dari jumlah siswa, mengalami peningkatan pada aspek kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika ke dalam bentuk uraian yang relevan. Hasil wawancara dengan siswa dan hasil angket respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe ’Think-Pair-Square’ menunjukkan respon yang positif. Selain itu, siswa juga aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe ’Think-Pair-Square’ pada materi geometri bangun limas di sekolah tempat penelitian dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa.

Minggu, 19 April 2009

Proses Pembelajaran Matematika yang Bertujuan Mengembangkan Kecakapan Vokasional

Agata Winasti Artanti. 2007. Proses Pembelajaran Matematika yang Bertujuan Mengembangkan Kecakapan Vokasional. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Kata-kata kunci: Pembelajaran matematika, kecakapan vokasional, kubus dan balok.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana proses pembelajaran matematika yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional. Usaha yang dilakukan adalah dengan menguraikan proses pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilakukan oleh peneliti sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional. Topik yang diambil adalah bangun ruang khususnya materi kubus dan balok kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan unit analisis kelompok siswa yang terdiri atas empat orang subjek. Data-data pada penelitian ini diambil melalui pelaksanaan pembelajaran selama tiga pertemuan. Dalam masing-masing pembelajaran dilakukan proses perekaman melalui alat perekam (handy-cam) dan juga pengamatan yang dilakukan oleh seorang pengamat. Data-data yang dihasilkan dalam penelitian ini kemudian dianalisis melalui prosedur analisis data sebagai berikut: (i) transkripsi yaitu dengan mengungkapkan kembali hasil rekaman dalam bentuk narasi tertulis, (ii) penentuan topik-topik data yaitu dengan membuat rangkuman bagian data yang mengandung makna tertentu yang diteliti, (iii) penentuan kategori-kategori data yaitu dengan membandingkan topiktopik data dan menentukan gagasan abstrak yang mewakilinya, dan (iv) penarikan kesimpulan yaitu dengan menentukan jawaban dari pertanyaan penelitian.

Dari hasil-hasil analisis data didapatkan proses pembelajaran matematika yang terkait dengan tujuan semula yaitu mengembangkan kecakapan vokasional sesuai dengan keadaan saat itu. Proses pembelajaran tersebut meliputi: (i) pelaksanaan praktek kerja, (ii) terjadinya kegiatan enaktif, (iii) adanya masalah yang terkait dengan kehidupan nyata, (iv) adanya masalah terbuka, (v) penyampaian masalah yang memacu berinisiatif, (vi) inisiatif dalam memecahkan masalah, (vii) memanfaatkan benda sekitar dalam memecahkan masalah, dan (viii) adanya situasi yang mencerminkan kerjasama.

Perkembangan Kemampuan Vokasional dan Kemampuan Matematika Siswa pada Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Penumbuhan Kecakapan Vokasional ..

Sulistyaningtyas, Magdalena, 2009. Perkembangan Kemampuan Vokasional dan Kemampuan Matematika Siswa pada Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Penumbuhan Kecakapan Vokasional Siswa SMP. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan vokasional dan kemampuan matematika siswa dalam pembelajaran matematika yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional dengan materi garis dan sudut.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, yang berkaitan dengan perkembangan kemampuan vokasional dan kemampuan matematika siswa dalam pembelajaran matematika yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional. Subjek penelitian ini adalah empat siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Giriwoyo, terdiri dari dua subjek putra dan dua subjek putri. Pengumpulan data berlangsung pada tanggal 15 – 21 Agustus 2008, berlangsung selama lima kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua, dua subjek putra membuat produk kerajinan genteng di sentra produksi genteng dan dua subjek putri membuat produk kerajinan caping di sentra produksi caping. Pada pertemuan ketiga dan keempat dilakukan pembelajaran di kelas bersama dengan guru dan keempat subjek. Pada pertemuan kelima diadakan evaluasi yang mencakup keseluruhan materi garis dan sudut yang telah dipelajari. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan cara merekam kegiatan pembelajaran dengan alat bantu handycam. Analisis data dilakukan dengan prosedur : (i) reduksi data yang meliputi transkipsi data rekaman video dan penentuan topik-topik data, (ii) kategorisasi data, dan (iii) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa : perkembangan kemampuan vokasional dan perkembangan kemampuan matematika subjek. Perkembangan kemampuan vokasional yang dialami dua subjek putra dalam membuat produk kerajinan genteng meliputi tahap-tahap perkembangan kemampuan (i) mencetak lempengan tanah, (ii) mencetak genteng, dan (iii) melaksanakan proses pembakaran genteng. Perkembangan kemampuan vokasional yang dialami dua subjek putri dalam membuat produk kerajinan caping meliputi tahap-tahap perkembangan kemampuan (i) menyiapkan bambu sebagai bahan anyaman, (ii) menganyam lapisan caping, dan (iii) menjahit bagian-bagian caping. Perkembangan kemampuan matematika yang dialami keempat subjek secara umum meliputi tahap-tahap perkembangan kemampuan mempelajari (i) garis, (ii) garis sejajar, (iii) garis berpotongan, (iv) sudut, (v) sudut bertolak belakang, (vi) sudut berpelurus, (vii) sudut dalam berseberangan, (viii) sudut luar berseberangan (ix) sudut dalam sepihak, dan (x) sudut sehadap.

Pemanfaatan Sumber Belajar Dalam Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Penumbuhan Kecakapan Vokasional Siswa SMP

Andriani, Lusia Tri, 2009. Pemanfaatan Sumber Belajar Dalam Pembelajaran Matematika yang Mengintegrasikan Penumbuhan Kecakapan Vokasional Siswa SMP. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan penumbuhan kecakapan vokasional siswa SMP dengan materi garis dan sudut.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dalam keadaan yang seadanya. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber-sumber belajar oleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Pangudi Luhur Giriwoyo pada saat melakukan kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran matematika yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional dengan materi pelajaran garis dan sudut. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas VII selama lima kali pertemuan yang dimulai pada tanggal 15 Agustus 2008 sampai tanggal 21 Agustus 2008. Pertemuan pertama dan kedua terjadi di sentra produksi kerajinan. Dua siswa laki-laki berada di sentra produksi kerajinan genteng sedangkan dua siswa perempuan berada di sentra produksi kerajinan caping. Pertemuan ketiga, keempat dan kelima pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Pengumpulan data diperoleh dengan merekam kegiatan pembelajaran menggunakan ‘handy-cam’. Data-data yang dihasilkan dianalisis melalui proses analisis data yaitu (1) transkripsi, (2) penentuan topik-topik data, (3) penentuan kategori data, dan (4) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian terdiri dari uraian mengenai pemanfaatan sumber-sumber belajar oleh siswa dalam pembelajaran matematika yang mengintegrasikan penumbuhan kecakapan vokasional. Pemanfaatan sumber-sumber belajar oleh siswa terdiri dari : (1) narasumber pengusaha genteng yang meliputi : memanfaatkan penjelasan tentang cara membuat produk kerajinan genteng; memperhatikan contoh dan praktik membuat produk kerajinan; memperhatikan arahan narasumber; memanfaatkan bantuan narasumber, (2) narasumber pengusaha caping, meliputi : memperhatikan penjelasan tentang cara membuat produk kerajinan caping; memperhatikan contoh dan praktik narasumber; memperhatikan arahan narasumber; memanfaatkan bantuan; memanfaatkan teguran narasumber tentang kesalahan yang dilakukan subjek; memanfaatkan jawaban narasumber tentang cara menganyam produk kerajinan caping yang dilakukan oleh subjek, (3) guru, meliputi : memperhatikan penjelasan; memanfaatkan jawaban guru dari pertanyaan subjek; memanfaatkan pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan dengan pengalaman yang dimiliki oleh subjek tentang materi garis dan sudut; memanfaatkan pertanyaan guru dengan menjawab pertanyaan dengan bantuan benda atau gambar; menjawab pertanyaan guru dengan bantuan LKS; memberikan alasan atas jawaban pertanyaan guru; menjawab pertanyaan guru dengan menghitung terlebih dahulu, (4) subjek lain, meliputi : memperhatikan cara kerja subjek lain dalam menyelesaikan produk kerajinan caping; memanfaatkan jawaban subjek lain dengan cara bertanya kepada subjek lain; memperhatikan penjelasan subjek lain tentang materi garis dan sudut; berdiskusi dengan subjek lain, (5) pengalaman subjek, meliputi : menceritakan kembali cara membuat produk kerajinan genteng; menceritakan kembali cara membuat produk kerajinan caping, (6) produk kerajinan, meliputi : menceritakan kembali cara membuat produk kerajinan genteng dengan bantuan produk kerajinan genteng; menceritakan kembali cara membuat produk kerajinan caping dengan bantuan produk kerajinan caping; mengerjakan LKS dengan bantuan produk kerajinan genteng; mengerjakan LKS dengan bantuan produk kerajinan caping, (7) bahan cetak, meliputi : membaca LKS dan ini dilakukan untuk membantu memperlancar dalam bercerita tentang cara membuat produk kerajinan caping; membaca LKS YPL dan ini dilakukan untuk membantu memperlancar memahami materi pelajaran; mengerjakan soal-soal pada LKS dan ini dilakukan untuk membantu memperlancar mamahami materi pelajaran.