Senin, 20 April 2009

Kegiatan dan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD dengan Metode Montessori pada Pokok Bahasan Membaca dan Menulis Lambang Bilangan dengan Bantuan Papan Segu

Esthi Wulandari. 2007. Kegiatan dan Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD dengan Metode Montessori pada Pokok Bahasan Membaca dan Menulis Lambang Bilangan dengan Bantuan Papan Seguin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengungkapkan kegiatan dan hasil belajar siswa kelas satu sekolah dasar dengan metode Montessori dan bantuan papan Seguin.

Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah empat orang siswa kelas satu SDN Plawikan Klaten. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan pembelajaran selama tiga pertemuan untuk setiap subjek. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung melalui pengamatan oleh seorang observer dari mahasiswa pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma dan pengamatan tak langsung menggunakan alat perekam video handycam dengan menggunakan dua handycam. Data yang diperoleh berupa rekaman video berisi tentang kegiatan pembelajaran yang meliputi tiga pertemuan untuk tiap subjek. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa deskripsi tentang kegiatan dan hasil belajar siswa yang terjadi selama pembelajaran pada semua tahap pembelajaran yang dimulai dari pengenalan identitas, pengenalan sesuatu yang berbeda-beda, dan membedakan benda-benda yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar yang berlangsung menunjukkan adanya interaksi antara pemimpin dan siswa, siswa dan pemimpin, serta siswa dan alat. Pada hasil belajar siswa menunjukkan bahwa siswa telah merasakan kenyamanan belajar sebagai tujuan dari metode Montessori, siswa juga menunjukkan belajar tanpa paksaan dan rasa takut dengan aktif dalam pembelajaran, serta siswa telah melaksanakan latihan fungsi motoris sesuai metode Montessori.

Cara Siswa Berargumentasi dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Dalil Pythagoras Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Mungkid Magelang

Yosephine Bono. 2008. Cara Siswa Berargumentasi dalam Pembelajaran Matematika pada Pokok Bahasan Dalil Pythagoras Kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Mungkid Magelang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara siswa Sekolah Menengah Pertama kelas VIII berargumentasi dalam pembelajaran matematika khususnya pada pokok bahasan dalil Pythagoras.

Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua orang siswa kelas VIII SMP. N. 1 Kota Mungkid Magelang yang terdiri dari seorang siswa laki-laki dan seorang siswa perempuan yaitu Ana dan Iful yang dipilih berdasarkan observasi di kelas. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan pembelajaran selama empat pertemuan dimana masing-masing subjek mengikuti dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung oleh seorang mahasiswa dari program studi pendidikan matematika Universitas Sanata Dharma dan pengamatan tak langsung menggunakan alat perekam video “handycam” oleh seorang mahasiswa dari teknik mesin Universitas Sanata Dharma. Data yang diperoleh berupa rekaman video berisi tentang kegiatan pembelajaran yang meliputi dua pertemuan untuk tiap subjek. Data yang diperoleh dianalisis dengan langkah-langkah (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan cara siswa berargumentasi dalam pembelajaran matematika, khususnya pada pokok bahasan dalil Pythagoras yaitu pertama-tama siswa menerima masalah dari guru, kemudian siswa memahami masalah yang diberikan oleh guru. Siswa berpikir apakah masalah yang diberikan oleh guru sesuai dengan teori dalil Pythagoras yang telah diajarkan atau tidak, kemudian siswa menyelesaikannya. Setelah siswa menyelesaikan masalah yang diberikan, siswa memberikan jawaban atas masalah tersebut disertai dengan argumentasinya berdasarkan teori dalil Pythagoras. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya argumentasi yang dipaparkan oleh siswa yaitu (i) argumentasi untuk memperkuat jawabannya, (ii) argumentasi untuk meyakinkan kembali jawabannya, (iii) argumentasi untuk menjelaskan jawabannya, dan (iv) argumentasi atas ide yang diperolehnya.

Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan.

Emelia Yose Purwaningsih. 2007. Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.


ABSTRAK

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan (PAPP) pada materi pengukuran berat.

Subjek penelitian adalah empat siswa kelas IV SD Negeri Nglaren, Banguntapan, Bantul yang mengikuti pembelajaran Matematika menggunakan PAPP pada materi pengukuran berat. Data berupa rangkaian kegiatan belajar siswa dan hasil belajar siswa yang diperoleh dalam empat pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan tidak langsung oleh peneliti dengan menggunakan handy-cam dan tape-recorder, serta dilakukan pengumpulan hasil pekerjaan Lembar Kerja Siswa (LKS). Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: (i) transkripsi data, (ii) topik-topik data, (iii) kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa deskripsi proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika menggunakan Program Audio Penunjang Pendidikan. Proses belajar siswa meliputi (i) proses siswa mempersiapkan proses belajar matematika, (ii) proses siswa memahami materi pelajaran, (iii) proses siswa memecahkan masalah atau latihan soal, (iv) kerjasama yang dilakukan siswa selama proses belajar, (v) proses siswa mengerjakan LKS, dan (vi) kegiatan siswa mengoreksi LKS. Hasil belajar siswa meliputi (i) hasil belajar dari proses siswa mempersiapkan proses belajar matematika, (ii) hasil belajar dari proses siswa memahami materi pelajaran, (iii) hasil belajar dari proses siswa memecahkan masalah atau latihan soal, (iv) hasil belajar dari kerjasama yang dilakukan siswa selama proses belajar, (v) hasil belajar dari proses siswa mengerjakan LKS, dan (vi) hasil belajar dari kegiatan siswa mengoreksi LKS. Dari hasil penelitian dapat dilihat kesalahan siswa dalam mengerjakan soal ketika mendengarkan PAPP atau soal yang dibuat oleh guru. Kesalahan tersebut karena siswa belum memahami konsep, salah menulis soal, atau siswa salah melakukan perhitungan.

Cara Pemecahan Masalah Penjumlahan Bilangan Bulat dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Kumon

Rosalia Dwi Hastuti, 2007. Cara Pemecahan Masalah Penjumlahan Bilangan Bulat dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Kumon. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.


ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan: (a) cara-cara pemecahan masalah subjek dalam mempelajari topik penjumlahan bilangan bulat dengan metode Kumon, (b) respon subjek ketika memecahkan masalah penjumlahan bilangan bulat dalam pembelajaran matematika dengan metode Kumon.

Subjek penelitian ada 2 orang siswa kelas VII SMP, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang dipilih secara sengaja. Data berupa cara pemecahan masalah dan respon afektif selama proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung ketika proses pembelajaran berlangsung, perekaman video yang dilakukan oleh satu teman peneliti, dan hasil pekerjaan lembar kerja siswa, serta dengan diskusi dan wawancara antara peneliti dan subjek secara individual. Tugas ada 8 lembar kerja yang harus dikerjakan oleh masing-masing subjek, tiap lembar kerja berkaitan dengan penjumlahan bilangan bulat untuk siswa kelas VII SMP semester 1. Data dianalisis dengan langkah-langkah yaitu: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian berupa cara-cara pemecahan masalah penjumlahan bilangan bulat dalam pembelajaran matematika dengan metode Kumon, yaitu dengan: a) garis bilangan, b) mengisikan pada sel tabel penjumlahan, c) dipikir dalam hati (menjumlahkan di dalam pikiran), (d) penjumlahan bersusun, (e) vi pengurangan bersusun, (f) pengurangan bersusun, nilai angka yang lebih besar dikurangi nilai angka yang lebih kecil tanpa memandang dahulu tanda di depan angka yang dikurangi ataupun angka pengurangnya (negatif atau positif), tanda digunakan kembali pada angka hasil pengurangan sesuai dengan tanda di depan angka yang dikurangi. Subjek mulai menunjukkan respon afektifnya dalam perilaku yang mereka lakukan yang menunjukkan perasaan cukup senang, walaupun belum terlihat secara jelas.

Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran Konsep Bilangan π Menggunakan Metode Team Accelerated Investigation

Atik Maharani (031414040). 2008. Kegiatan Siswa dalam Pembelajaran Konsep Bilangan π Menggunakan Metode Team Accelerated Investigation. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan siswa dalam pembelajaran konsep bilangan π yang dialami siswa kelas VIII semester 2.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif, di mana data dikumpulkan bersifat kualitatif tentang kegiatan siswa dalam pembelajaran konsep bilangan π. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang siswa kelas VIII semester 2, yang terdiri dari 2 orang siswa putra dan 2 orang siswa putri yang dipilih berdasarkan hasil Pengamatan dalam kegiatan pembelajaran di kelas sebelum penelitian dilaksanakan. Proses pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2007 pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Yogyakarta. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dengan cara merekam kegiatan siswa ketika pembelajaran Matematika berlangsung dengan metode Team Accelerated Investigation menggunakan handycam, tape recorder, dan penulis menjadi observer ketika penelitian berlangsung agar data yang terkumpul menjadi lengkap. Analisis data dilakukan dengan melakukan prosedur: (1) transkripsi data rekaman video dan taperecoder, (2) menentukan topik-topik data, dan (3) menentukan kategori-kategori data.

Hasil penelitian berupa deskripsi mengenai kegiatan siswa dalam pembelajaran konsep bilangan π menggunakan metode Team Accelerated Investigation. Metode Team Accelerated Investigation dilaksanakan dalam 4 tahap, yaitu (1) pembentukan kelompok, (2) kerja kelompok, (3) presentasi kelompok, dan (4) penarikan kesimpulan. Dalam pembentukan kelompok, siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompoknya. Ketika kerja kelompok yang dilakukan siswa, yaitu mengukur keliling dan diameter benda yang berbentuk lingkaran, menghitung perbandingan antara keliling dan diameternya, dan membuat kesimpulan. Ketika membuat Kesimpulan, siswa berdiskusi dengan anggota lain dalam kelompoknya. Kesimpulannya adalah (i) setiap benda yang berbentuk lingkaran jika keliling dibagi diameter akan menghasilkan pendekatan dari nilai π dan (ii) π bukan merupakan nilai mutlak, π hanyalah pendekatan untuk memudahkan dalam menghitung luas dan keliling lingkaran. Dalam presentasi kelompok, kelompok mempresentasikan hasil yang telah diperoleh. Dalam penarikan kesimpulan, guru menarik kesimpulan tentang bilangan π.

Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe ‘Think-Pair-Square’ di SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan Topik Ba

Veronica Linda Sulistyawati, 041414044. 2008. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe ‘Think-Pair-Square’ di SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan Topik Bangun Limas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan komunikasi matematik siswa melalui pendekatan pembelajaran kooperatif tipe ‘Think-Pair-Square’ pada aspek kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan, kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika, dan kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika ke dalam bentuk uraian yang relevan.

Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII A SMP Negeri 1 Yogyakarta dengan materi geometri bangun limas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua bagian proses pembelajaran. Proses pembelajaran I terdiri dari 4 pertemuan dan proses pembelajaran II terdiri dari 2 pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari: 1) tes bentuk uraian, 2) lembar observasi aktivitas siswa, 3) angket respon siswa, 4) pedoman wawancara, 5) catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22 siswa atau 62.86% mengalami peningkatan kemampuan komunikasi matematik. Sebanyak 19 siswa atau 54.29 % dari jumlah siswa, mengalami peningkatan pada aspek kemampuan memberikan alasan rasional terhadap suatu pernyataan. Sebanyak 28 siswa atau 80 % dari jumlah siswa, mengalami peningkatan pada aspek kemampuan mengubah bentuk uraian ke dalam model matematika. Sebanyak 30 siswa atau 85.71% dari jumlah siswa, mengalami peningkatan pada aspek kemampuan mengilustrasikan ide-ide matematika ke dalam bentuk uraian yang relevan. Hasil wawancara dengan siswa dan hasil angket respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe ’Think-Pair-Square’ menunjukkan respon yang positif. Selain itu, siswa juga aktif selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe ’Think-Pair-Square’ pada materi geometri bangun limas di sekolah tempat penelitian dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa.

Minggu, 19 April 2009

Proses Pembelajaran Matematika yang Bertujuan Mengembangkan Kecakapan Vokasional

Agata Winasti Artanti. 2007. Proses Pembelajaran Matematika yang Bertujuan Mengembangkan Kecakapan Vokasional. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Kata-kata kunci: Pembelajaran matematika, kecakapan vokasional, kubus dan balok.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana proses pembelajaran matematika yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional. Usaha yang dilakukan adalah dengan menguraikan proses pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilakukan oleh peneliti sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran yang bertujuan mengembangkan kecakapan vokasional. Topik yang diambil adalah bangun ruang khususnya materi kubus dan balok kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif deskriptif dengan unit analisis kelompok siswa yang terdiri atas empat orang subjek. Data-data pada penelitian ini diambil melalui pelaksanaan pembelajaran selama tiga pertemuan. Dalam masing-masing pembelajaran dilakukan proses perekaman melalui alat perekam (handy-cam) dan juga pengamatan yang dilakukan oleh seorang pengamat. Data-data yang dihasilkan dalam penelitian ini kemudian dianalisis melalui prosedur analisis data sebagai berikut: (i) transkripsi yaitu dengan mengungkapkan kembali hasil rekaman dalam bentuk narasi tertulis, (ii) penentuan topik-topik data yaitu dengan membuat rangkuman bagian data yang mengandung makna tertentu yang diteliti, (iii) penentuan kategori-kategori data yaitu dengan membandingkan topiktopik data dan menentukan gagasan abstrak yang mewakilinya, dan (iv) penarikan kesimpulan yaitu dengan menentukan jawaban dari pertanyaan penelitian.

Dari hasil-hasil analisis data didapatkan proses pembelajaran matematika yang terkait dengan tujuan semula yaitu mengembangkan kecakapan vokasional sesuai dengan keadaan saat itu. Proses pembelajaran tersebut meliputi: (i) pelaksanaan praktek kerja, (ii) terjadinya kegiatan enaktif, (iii) adanya masalah yang terkait dengan kehidupan nyata, (iv) adanya masalah terbuka, (v) penyampaian masalah yang memacu berinisiatif, (vi) inisiatif dalam memecahkan masalah, (vii) memanfaatkan benda sekitar dalam memecahkan masalah, dan (viii) adanya situasi yang mencerminkan kerjasama.