Senin, 04 Mei 2009

Alumni Pendidikan Fisika

Angkatan 1983
  1. Antonius Jarot Kaptono. Wakil Kepala Sekolah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Rumah: Tamantirto, Bantul. Kontak: ...

Sabtu, 02 Mei 2009

Alumni PGSD

Angkatan 2002
  1. Sr Amanda F.Ch. Kepala Sekolah TK Charitas Gumawang, OKU Timur, Sumatera Selatan. Rumah: Gumawang, OKU Timur. Kontak: sramanda14@yahoo.co.id

Kamis, 30 April 2009

Alumni Pendidikan Matematika

Angkatan 1982
  1. Anna Harsanti. Kepala Sekolah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Rumah: Ngaglik, Sleman, DIY.
  2. Eka Setyanto. Wakil Kepala Sekolah SMA Kanisius Bharata Karanganyar, Jawa Tengah. Rumah: ... Kontak: ekasetyanto@yahoo.com
  3. F.X. Pargiyono. Pengawas TK-SD-SMP Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Rumah: Minggir, Sleman, DIY. Kontak: ...
  4. Magda Indria Dewi. Guru SMA Negeri I Depok Sleman, DIY. Rumah: ... Kontak: ...
  5. Th. Sukristiyono. Kepala Sekolah SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Rumah: Yogyakarta. Kontak: ...

Angkatan 1983
  1. Antonius Eko Suparno. Guru SMA Don Bosko Semarang, Jawa Tengah. Rumah: Semarang. Kontak: ekodonbosko@yahoo.co.id
  2. ... Rini Widayati. Guru SMA Negeri I Depok Sleman, DIY. Rumah: Depok, Sleman, DIY. Kontak: ...
  3. Susento. Kepala Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Rumah: Kalasan, Sleman, DIY. Kontak: stsusento@yahoo.co.id, susento@staff.usd.ac.id
  4. Yohanes Dwi Winarto. Kepala Pendidikan Yayasan Bernardus Semarang, Kepala Sekolah SMK Theresiana Semarang, Jawa Tengah. Rumah: Semarang. Kontak: ydwinarto@yahoo.co.id

Angkatan 1990
  1. M. Andy Rudhito. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Rumah: Mlati, Sleman, DIY. Kontak: rudhito@staff.usd.ac.id, andyrudhito.blogspot.com

Angkatan 1991
  1. Wanty Widjaja. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Rumah: Kalasan, Sleman, DIY. Kontak: wanty_widjaja@yahoo.com

Angkatan 1993
  1. F.X. Catur Supatmono. Guru SMA kolese De Britto Yogyakarta. Rumah: Kalasan, Sleman, DIY. Kontak: ...
  2. H.J. Sriyanto. Guru SMA kolese De Britto Yogyakarta. Rumah: Ngemplak, Sleman, DIY. Kontak: rumah-matematika.blogspot.com

Angkatan 1994
  1. Hongki Julie. Dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Rumah: Ngaglik, Sleman, DIY. Kontak: hongki_julie@staff.usd.ac.id

Angkatan 1995
  1. Agustina Dian Ikawati. Guru SMA Sella Duce 2 Yogyakarta. Rumah: Yogyakarta. Kontak: ...
  2. Triyatiningsih. Guru SMP Negeri 8 Magelang, Jawa Tengah. Rumah: ... Kontak: ening_3fosa@yahoo.com

Angkatan 1997
  1. Sr. Ancilla, OSF. Kepala Sekolah SMP Maria Immaculata Yogyakarta. Rumah: Yogyakarta. Kontak: ...
  2. Sr. Coleta, OSF. Kepala Sekolah SMA Marsudirini Kemang Parung Bogor, Jawa Barat. Rumah: Kemang Parung, Bogor. Kontak: adriesr@yahoo.com
  3. Domesia Novi Handayani. Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Rumah: Yogyakarta. Kontak: domesia@yahoo.com
  4. Fr. Esti Ningsih. Guru SD Fransiskus 1 Pasir Gintung, Tanjungkarang, Lampung. Rumah: Tanjungkarang. Kontak: fr.esti_ningsih@yahoo.com

Angkatan 1998
  1. Christina Retno Prasetyaningsih. Guru SMA Pangudi Luhur Wedi, Klaten, Jawa Tengah. Rumah: Jogonalan, Klaten. Kontak: ...
  2. Mario Abiyoso. Analis dan Programmer PT Cipta Bhakti Sejahtera Sleman, DIY. Rumah: Jogonalan, Klaten. Kontak: mario_abiyoso@yahoo.com
  3. Sr. M. Eligia, AK. ... Rumah: Ungaran, Semarang. Kontak: eligiaak_s@yahoo.co.id
  4. Sr. Olinda Pareira. ... Rumah: Comoro, Dili, Timor-Leste. Kontak: fdlin08@yahoo.com

Angkatan 1999
  1. Hendrikus Slamet. Guru SMPK Kesuma Cakranegara Mataram, NTB. Rumah: Ampenan. Kontak: hendriksupri@yahoo.com
  2. Jovita Vina Pudhi Artantri. Guru SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Rumah: Gamping, Sleman, DIY. Kontak: artandevil@yahoo.com

Angkatan 2000
  1. Yohanes Tri Purbo Wahyono. Guru SMA Xaverius Curup, Bengkulu. Rumah: Curup, Bengkulu. Kontak: ...

Angkatan 2001
  1. Lingna. Guru SMAK Penabur Jakarta. Rumah: ... Kontak: ...

Angkatan 2002
  1. Bambang Priono. Kuliah S2 Pendidikan Matematika UNY. Kost: Yogyakarta. Kontak: bambang_priono@yahoo.com

Angkatan 2003
  1. Augustinus Widiprihartono. Guru SMA Gonzaga Jakarta. Rumah: Cilincing, Jakarta Utara. Kontak: august_widhie@yahoo.com
  2. Clara Erindha Chris Gayuarsita. Guru SMP Santo Yosef Lahat, Sumatera Selatan. Rumah: .... Kontak: air_cla83@yahoo.co.id
  3. Ida Nurmila Isandespha. Guru SMK Muhammadiyah Bantul, DIY. Rumah: Bantul. Kontak: idaisandespha@yahoo.com
  4. Patrisia Esti Widyaningrum. Guru SD Putra Bangsa Klaten, Jawa Tengah. Rumah: .... Kontak: smilepatris@yahoo.co.id

Angkatan 2004
  1. Rosalia Septi Wulansari. ... Rumah: Sedayu, Bantul, DIY. Kontak: rosaliaseptiwulansari@yahoo.co.id

Standar Kompetensi Kepala Sekolah

Kompetensi Manajerial
  1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
  2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
  3. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal.
  4. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.
  5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
  6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
  7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
  8. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah.
  9. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
  10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
  11. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
  12. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.
  13. Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di ekolah/madrasah.
  14. Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
  15. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
  16. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.

Kompetensi Kewirausahaan
  1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
  2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
  3. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
  4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
  5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.

Kompetensi Supervisi
  1. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
  2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
  3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.

Kompetensi Kepribadian
  1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
  2. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
  3. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah.
  4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
  5. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah.
  6. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

Kompetensi Sosial
  1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
  3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Sumber:
Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah

Rabu, 29 April 2009

Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran bertujuan untuk:
  • perbaikan proses pembelajaran,
  • peningkatan mutu pembelajaran.
Peranan penting evaluasi pembelajaran:
  • peningkatan efektivitas proses belajar siswa
  • pengembangan profesionalitas guru
Evaluasi pembelajaran dilakukan guru dengan cara meninjau kembali:
  • apa yang sudah berjalan dengan baik?
  • apa yang belum berjalan dengan baik?
  • bagian mana yang masih perlu diperbaiki?
Metode-metode evaluasi pembelajaran:
  1. Evaluasi diri sendiri (self evaluation) oleh guru,
  2. Evaluasi oleh rekan guru (peer evaluation),
  3. Evaluasi oleh siswa (student evaluation),
  4. Lesson study,
  5. Penelitian tindakan kelas.
Evaluasi Diri Sendiri
Evaluasi dilakukan oleh guru dengan langkah-langkah:
  1. Analisis persentase pencapaian KKM: Pencapaian <>
  2. Meninjau kembali pelaksanaan unsur-unsur pembelajaran: materi, metode, kegiatan, media, sumber, penilaian
  3. Merancang perbaikan unsur-unsur
  4. Merevisi RPP yang telah berjalan
  5. Mempertimbangkan kembali RPP yang akan berjalan
Evaluasi oleh Rekan Guru
Evaluasi dilakukan dengan langkah-langkah:
  1. Rekan guru mengobservasi pelaksanaan pembelajaran
  2. Guru yang bersangkutan mendiskusikan hasil observasi dengan rekan guru
  3. Guru merancang perbaikan unsur-unsur pembelajaran
  4. Guru merevisi RPP yang telah berjalan
  5. Guru mempertimbangkan kembali RPP yang akan berjalan
Evaluasi oleh Siswa
Evaluasi dilakukan dengan langkah-langkah:
  1. Siswa mengisi kuesioner penilaian kualitas pelaksanaan pembelajaran
  2. Guru berdialog dengan siswa tentang kualitas pelaksanaan pembelajaran
  3. Guru merancang perbaikan unsur-unsur
  4. Guru merevisi RPP yang telah berjalan
  5. Guru mempertimbangkan kembali RPP yang akan berjalan
Lesson Study
Kegiatan lesson study dilaksanakan oleh guru-guru sebidang/serumpun dengan langkah-langkah:
  1. Saling mengobservasi kegiatan pembelajaran di kelas
  2. Melakukan evaluasi bersama
  3. Mendiskusikan solusi masalah pembelajaran
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
PTK dilakukan guru melalui beberapa siklus kegiatan. Tiap siklus terdiri dari langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:
  1. Perumusan masalah pembelajaran
  2. Penyusunan rencana tindakan sebagai solusi masalah tersebut
  3. Pelaksanaan rencana tindakan dalam pembelajaran di kelas. Searang rekan guru sebidang/serumpun diminta melakukan observasi.
  4. Refleksi dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran tersebut
Susento
23 Desember 2008

Penilaian Belajar Siswa Sesuai KTSP

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), penilaian belajar siswa bertujuan untuk menilai proses dan hasil pencapaian kompetensi oleh siswa. Perlu diingat bahwa kompetensi adalah perpaduan antara pengetahuan/ketrampilan, kecakapan, sikap, dan tata-nilai. Dengan demikian penilaian tidak hanya bertujuan untuk mengukur penguasaan pengetahuan/ketrampilan semata.

Penilaian pencapaian kompetensi dilakukan melalui variasi metode sebagai berikut:
  1. Penilaian unjuk kerja (performance),
  2. Penilaian sikap,
  3. Penilaian tertulis,
  4. Penilaian proyek,
  5. Penilaian produk,
  6. Penilaian portofolio,
  7. Penilaian diri sendiri.
Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian dilakukan guru dengan langkah-langkah:
  1. Meminta siswa melakukan tugas tertentu melalui serangkaian langkah-langkah,
  2. Mengamati pelaksanaan tugas tersebut,
  3. Menilai sejauh mana kualitas pelaksanaan tugas.
Penilaian unjuk kerja dapat menggunakan instrumen daftar cek (check-list) atau skala penilaian (rating scale).


Penilaian Sikap
Sikap adalah kecenderungan (positif/negatif) seseorang dalam merespon sesuatu objek. Sikap siswa yang perlu dinilai dalam pembelajaran meliputi:
  • sikap terhadap materi pelajaran,
  • sikap terhadap guru,
  • sikap terhadap proses pembelajaran.
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan teknik-teknik:
  1. Observasi perilaku: Guru menggunakan buku catatan kejadian, atau daftar cek yang memuat perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan muncul dari siswa.
  2. Pertanyaan langsung: Siswa ditanya tentang tentang sikapnya berkaitan dengan sesuatu hal. Dari pertanyaan tersebut masing – masing siswa akan memberikan jawaban yang bervariasi baik dari segi jumlah maupun kualitas jawabannya.
  3. Laporan pribadi: Siswa diminta membuat ulasan yang berisi pandangan/tanggapannya tentang suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap. Dari ulasan tersebut dapat dibaca dan dipahami kecenderungan sikap yang dimilikinya.

Penilaian Tertulis

Penilaian dilakukan dengan memberi tes kepada siswa, dan siswa diminta mengerjakannya dalam periode waktu tertentu. Bentuk penilaian dapat berbentuk kuis, ulangan (harian, tengah semester, akhir semester), atau tugas mengerjakan soal.

Penilaian Proyek
Penilaian dilakukan guru dengan cara memberi tugas yang harus diselesaikan siswa dalam periode waktu tertentu. Tugas tersebut berupa kegiatan menyelidiki fenomena atau memecahkan masalah nyata yang terkait dengan satu atau lebih kompetensi.

Penilaian Produk
Penilaian dilakukan guru dengan memberi tugas kepada siswa untuk menghasilkan produk (hasil karya) teknologi atau seni yang berkaitan dengan satu atau beberapa kompetensi. Misalnya: esai, puisi, alat peraga, gambar, hiasan, program komputer, dll.

Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan siswa dalam satu periode tertentu. Informasi berupa karya siswa yang dianggap terbaik oleh siswa.
Ada beberapa hal yang diperlukan dalam penilaian portofolio:
  • Usahakan agar siswa merasa memiliki hasil karyanya; bukan hanya sebagai alat penilaian.
  • Tentukan bersama siswa sampel-sampel karya apa saja yang akan dikumpulkan.
  • Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder.
  • Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan siswa sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
  • Tentukan kriteria penilaian dan pembobotannya. Rundingkan dengan siswa agar dicapai kesepakatan.
  • Bahaslah dengan siswa portofolionya. Mintalah siswa ikut serta menilai karyanya sendiri.
  • Setelah suatu karya dinilai dan ternyata belum memuaskan, siswa diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

Penilaian diri sendiri
Siswa diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan hasil pencapaian kompetensi. Instrumen untuk penilaian dapat dibuat oleh guru atau oleh siswa sendiri, misalnya berupa lembar penilaian, kartu, atau buku jurnal harian.

Senin, 27 April 2009

Cara Pemecahan Masalah Soal Cerita Perbandingan Matematika secara Aljabar oleh Siswa Kelas VIII SMP

Galih P. Noviartanto. 2008. Cara Pemecahan Masalah Soal Cerita Perbandingan Matematika secara Aljabar oleh Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

ABSTRAK
Tujuan skripsi adalah untuk mendeskripsikan cara pemecahan masalah soal cerita perbandingan matematika secara aljabar oleh siswa kelas VIII SMP.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ada 4 subjek, terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswi perempuan yang dipilih dari hasil observasi kelas. Data yang diperoleh berupa cara pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tugas kepada subjek yang dikerjakan secara individu oleh masing-masing subjek, pengamatan secara langsung ketika proses pengerjaan soal, perekaman video, pengumpulan dokumen lembar kerja subjek, dan wawancara dengan subjek secara individual. Soal yang diberikan terdiri atas 4 masalah yang harus dikerjakan oleh masing-masing subjek, tiap masalah berkaitan dengan materi perbandingan untuk siswa SD kelas VI semester 2. Data dianalisis dengan langkah-langkah: (i) transkripsi, (ii) penentuan topik-topik data, (iii) penentuan kategori-kategori data, dan (iv) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (i) cara pemecahan masalah soal cerita perbandingan matematika secara aljabar oleh subjek S1 adalah dengan mengidentifikasi masalah yang disajikan, mendefinisikan ide pokok yang ada dalam masalah sesuai pemahaman subjek, membentuk model matematika, menyelesaikan model matematika, menguji kebenaran dari hasil penyelesaian, serta mengambil kesimpulan dari jawaban pertanyaan; (ii) cara pemecahan masalah perbandingan matematika secara aljabar oleh subjek S2 dan S4 dengan mengidentifikasi masalah yang disajikan, mendefinisikan ide pokok yang ada dalam masalah, berpikir dalam hati mengubah pernyataan perbandingan dari lebih sedikit menjadi lebih banyak dan mencari kuantitas yang terkecil, membentuk
model matematika, menyelesaikan model matematika, mengambil kesimpulan dari penyelesaian, serta melakukan evaluasi keseluruhan pekerjaan; (iii) cara pemecahan masalah soal cerita perbandingan matematika secara aljabar oleh subjek S3 dengan mengidentifikasi masalah, menentukan variabel bagi kuantitas-kuantitas yang terlibat, mencorat-coret untuk mencari pemecahan masalah sampai menemukan pemecahan masalah, mendefinisikan ide pokok dalam bentuk model matematika, mencari nilai variabel-variabel dengan metode perhitungan jumlah perbandingan, melakukan pengujian kebenaran dari hasil jawaban pertanyaan, mengambil kesimpulan dari jawaban pertanyaan, serta melakukan evaluasi keseluruhan pekerjaan; (iv) terdapat kesamaan dan perbedaan cara pemecahan Masalah; (v) terdapat pola pemecahan masalah dalam diri tiap-tiap subjek; (vi) cara pemecahan masalah yang dilakukan oleh keempat subjek sesuai dengan model yang disarankan oleh George Polya; serta (vii) terdapat kelemahan subjek yaitu: ketidakkonsistensian beberapa subjek dalam pemisalan variabel dimana satu variabel digunakan untuk memisalkan dua hal yang berbeda (bagi nama seseorang dan bagi kuantitas tertentu), dan dalam penulisan penarikan kesimpulan masih menggunakan simbol matematika “=”.