Rabu, 08 April 2009

Topangan (Scaffolding) untuk Memunculkan Kecakapan Baca-tulis dalam Lingkungan Rumah: Sebuah Studi Kasus

"The Scaffolding of Emergent Literacy Skills in the Home Environment: A Case Study"
Michelle M. Neumann, Michelle Hood, & David L. Neumann
Early Childhood Education Journal (2009) 36:313–319

Artikel gratis:
http://www.springerlink.com/content/kg427p30h334365m/

Abstrak
Hingga sekarang masih terus dikaji bagaimana interaksi orangtua-anak dapat mendorong perkembangan kecakapan baca-tulis anak. Laporan ini melaporkan kasus satu orangtua yang memberi topangan untuk memunculkan kemampuan menulis dan mengenali huruf pada diri anaknya yang masih kecil di rumah. Bagi orangtua tersebut, barang-barang cetakan yang ada di rumah menyediakan sangat banyak contoh yang bermakna untuk memperlihatkan bahwa tulisan cetak mengandung makna dan terbentuk oleh huruf-huruf yang mempunyai nama dan dapat disuarakan. Orangtua itu menggunakan idiomorfi (pendekatan multi-indera yang memadukan kegiatan mencemati huruf dan gerak-gerik badan) dan benda-benda yang ada di rumah untuk membimbing anaknya mempelajari nama, suara, dan bentuk huruf-huruf. Munculnya kecakapan menulis ditopang dengan menggunakan nada pengarahan dan kegiatan anak meniru cetakan. Strategi-strategi dan contoh-contoh yang berhasil dideskripsikan dapat dimanfaatkan untuk memandu para orangtua dan guru dalam menciptakan kesempatan-kesempatan belajar baca-tulis di lingkungan rumah atau dalam konteks pendidikan anak usia dini.

Kata-kata kunci
Kecakapan menulis awal, pengetahuan abjad, motivasi terhadap tulisan cetak, topangan, interaksi orangtua-anak, belajar secara multi-indera, barang cetakan di lingkungan

Susento
8 April 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar